Jumat, 31 Mei 2013: 10:52:24
Potret Terakhir sang Veteran
Kamis, 16 Mei 2013 14:57 WIB | Dibaca: 298 | Editor: Tri
Hatma Ningsih | Sumber : Surya Cetak
Andhika Prasetya Wijaya
Oleh: Andhika Prasetya Wijaya
Mahasiswa Psikologi Universitas Negeri Malang
andhikawijaya29@gmail.com
Rabu (24/4/2013) lalu Bengkel Mime Theatre (BMT) Yogyakarta mengunjungi Kota Batu dan Malang untuk membangkitkan gairah pantomim di Jawa Timur. BMT merupakan komunitas pantomim yang memberi sentuhan berbeda pada penggarapannya. BMT memang mengubah beberapa pakem pada pantomim tanpa mengubah estetika pantomim itu sendiri. Wajah putih dan pakaian hitam putih tak lagi menjadi ciri khas komunitas ini.
Bekerjasama dengan Teater Hampa Indonesia, BMT menyuguhkan pertunjukan pantomim di Universitas Negeri Malang (UM) dalam kegiatan Pentas Nusantara 2013. BMT membawakan tiga repertoar (Potret Terakhir, Sang Veteran, Titi Mangsa). Semua repertoar dibawakan secara apik dan mampu membawa penonton memahami alur cerita. Keempat pemain BMT mampu berganti kostum secara cepat untuk mengubah karakter berbeda.
Sementara pada Kamis (25/4/2013) BMT membagi ilmu pantomim lewat workshop pantomim, di UM. Peserta workshop sengaja dibatasi untuk efektivitas penyampaian materi. Tiga pemateri dari BMT memberikan dasar-dasar pantomim kepada peserta. Para peserta terlihat antusias menerima materi workshop pantomim.
Dalam workshop tersebut diajarkan gerak dasar dan mimik wajah dalam pantomim. Sajian pantomim modern dari BMT tersebut mampu membuktikan jika pantomim masih berpotensi untuk dapat berkembang di Jawa Timur. Pantomim yang terkesan kuno dan membosankan, tidak lagi terlihat dari penampilan yang disuguhkan oleh BMT.
Bengkel Mime Theatre Yogyakarta adalah salah satu komunitas yang setia mempertahankan pantomim di tengah gempuran seni pertunjukan lain yang populer. Upaya yang dilakukan Teater Hampa Indonesia merupakan salah satu strategi dalam memperkenalkan pertunjukan pantomim di wilayah Malang raya dan secara umum untuk Jawa Timur.

Potret Terakhir sang Veteran
Kamis, 16 Mei 2013 14:57 WIB | Dibaca: 298 | Editor: Tri Hatma Ningsih | Sumber : Surya Cetak

Andhika Prasetya Wijaya
Oleh: Andhika Prasetya Wijaya
Mahasiswa Psikologi Universitas Negeri Malang
andhikawijaya29@gmail.com
Rabu (24/4/2013) lalu Bengkel Mime Theatre (BMT) Yogyakarta mengunjungi Kota Batu dan Malang untuk membangkitkan gairah pantomim di Jawa Timur. BMT merupakan komunitas pantomim yang memberi sentuhan berbeda pada penggarapannya. BMT memang mengubah beberapa pakem pada pantomim tanpa mengubah estetika pantomim itu sendiri. Wajah putih dan pakaian hitam putih tak lagi menjadi ciri khas komunitas ini.
Bekerjasama dengan Teater Hampa Indonesia, BMT menyuguhkan pertunjukan pantomim di Universitas Negeri Malang (UM) dalam kegiatan Pentas Nusantara 2013. BMT membawakan tiga repertoar (Potret Terakhir, Sang Veteran, Titi Mangsa). Semua repertoar dibawakan secara apik dan mampu membawa penonton memahami alur cerita. Keempat pemain BMT mampu berganti kostum secara cepat untuk mengubah karakter berbeda.
Sementara pada Kamis (25/4/2013) BMT membagi ilmu pantomim lewat workshop pantomim, di UM. Peserta workshop sengaja dibatasi untuk efektivitas penyampaian materi. Tiga pemateri dari BMT memberikan dasar-dasar pantomim kepada peserta. Para peserta terlihat antusias menerima materi workshop pantomim.
Dalam workshop tersebut diajarkan gerak dasar dan mimik wajah dalam pantomim. Sajian pantomim modern dari BMT tersebut mampu membuktikan jika pantomim masih berpotensi untuk dapat berkembang di Jawa Timur. Pantomim yang terkesan kuno dan membosankan, tidak lagi terlihat dari penampilan yang disuguhkan oleh BMT.
Bengkel Mime Theatre Yogyakarta adalah salah satu komunitas yang setia mempertahankan pantomim di tengah gempuran seni pertunjukan lain yang populer. Upaya yang dilakukan Teater Hampa Indonesia merupakan salah satu strategi dalam memperkenalkan pertunjukan pantomim di wilayah Malang raya dan secara umum untuk Jawa Timur.
Potret Terakhir sang Veteran
Kamis, 16 Mei 2013 14:57 WIB | Dibaca: 297 | Editor: Tri Hatma Ningsih | Sumber : Surya Cetak

Andhika Prasetya Wijaya
Oleh: Andhika Prasetya Wijaya
Mahasiswa Psikologi Universitas Negeri Malang
andhikawijaya29@gmail.com
Rabu (24/4/2013) lalu Bengkel Mime Theatre (BMT) Yogyakarta mengunjungi Kota Batu dan Malang untuk membangkitkan gairah pantomim di Jawa Timur. BMT merupakan komunitas pantomim yang memberi sentuhan berbeda pada penggarapannya. BMT memang mengubah beberapa pakem pada pantomim tanpa mengubah estetika pantomim itu sendiri. Wajah putih dan pakaian hitam putih tak lagi menjadi ciri khas komunitas ini.
Bekerjasama dengan Teater Hampa Indonesia, BMT menyuguhkan pertunjukan pantomim di Universitas Negeri Malang (UM) dalam kegiatan Pentas Nusantara 2013. BMT membawakan tiga repertoar (Potret Terakhir, Sang Veteran, Titi Mangsa). Semua repertoar dibawakan secara apik dan mampu membawa penonton memahami alur cerita. Keempat pemain BMT mampu berganti kostum secara cepat untuk mengubah karakter berbeda.
Sementara pada Kamis (25/4/2013) BMT membagi ilmu pantomim lewat workshop pantomim, di UM. Peserta workshop sengaja dibatasi untuk efektivitas penyampaian materi. Tiga pemateri dari BMT memberikan dasar-dasar pantomim kepada peserta. Para peserta terlihat antusias menerima materi workshop pantomim.
Dalam workshop tersebut diajarkan gerak dasar dan mimik wajah dalam pantomim. Sajian pantomim modern dari BMT tersebut mampu membuktikan jika pantomim masih berpotensi untuk dapat berkembang di Jawa Timur. Pantomim yang terkesan kuno dan membosankan, tidak lagi terlihat dari penampilan yang disuguhkan oleh BMT.
Bengkel Mime Theatre Yogyakarta adalah salah satu komunitas yang setia mempertahankan pantomim di tengah gempuran seni pertunjukan lain yang populer. Upaya yang dilakukan Teater Hampa Indonesia merupakan salah satu strategi dalam memperkenalkan pertunjukan pantomim di wilayah Malang raya dan secara umum untuk Jawa Timur.
Potret Terakhir sang Veteran
Kamis, 16 Mei 2013 14:57 WIB | Dibaca: 297 | Editor: Tri Hatma Ningsih | Sumber : Surya Cetak

Andhika Prasetya Wijaya
Oleh: Andhika Prasetya Wijaya
Mahasiswa Psikologi Universitas Negeri Malang
andhikawijaya29@gmail.com
Rabu (24/4/2013) lalu Bengkel Mime Theatre (BMT) Yogyakarta mengunjungi Kota Batu dan Malang untuk membangkitkan gairah pantomim di Jawa Timur. BMT merupakan komunitas pantomim yang memberi sentuhan berbeda pada penggarapannya. BMT memang mengubah beberapa pakem pada pantomim tanpa mengubah estetika pantomim itu sendiri. Wajah putih dan pakaian hitam putih tak lagi menjadi ciri khas komunitas ini.
Bekerjasama dengan Teater Hampa Indonesia, BMT menyuguhkan pertunjukan pantomim di Universitas Negeri Malang (UM) dalam kegiatan Pentas Nusantara 2013. BMT membawakan tiga repertoar (Potret Terakhir, Sang Veteran, Titi Mangsa). Semua repertoar dibawakan secara apik dan mampu membawa penonton memahami alur cerita. Keempat pemain BMT mampu berganti kostum secara cepat untuk mengubah karakter berbeda.
Sementara pada Kamis (25/4/2013) BMT membagi ilmu pantomim lewat workshop pantomim, di UM. Peserta workshop sengaja dibatasi untuk efektivitas penyampaian materi. Tiga pemateri dari BMT memberikan dasar-dasar pantomim kepada peserta. Para peserta terlihat antusias menerima materi workshop pantomim.
Dalam workshop tersebut diajarkan gerak dasar dan mimik wajah dalam pantomim. Sajian pantomim modern dari BMT tersebut mampu membuktikan jika pantomim masih berpotensi untuk dapat berkembang di Jawa Timur. Pantomim yang terkesan kuno dan membosankan, tidak lagi terlihat dari penampilan yang disuguhkan oleh BMT.
Bengkel Mime Theatre Yogyakarta adalah salah satu komunitas yang setia mempertahankan pantomim di tengah gempuran seni pertunjukan lain yang populer. Upaya yang dilakukan Teater Hampa Indonesia merupakan salah satu strategi dalam memperkenalkan pertunjukan pantomim di wilayah Malang raya dan secara umum untuk Jawa Timur.